Aku melangkah dengan langkah indahku untuk ke luar rumahku agar aku dapat menatap langit yang biru...
Dengan membawa Indahnya senyuman yang menggambarkan begitu besar CintaMu...
Senyuman yang dapat bercerita tentang indahnya Mahabbah Rabbku...
Keindahan yang tidak mampu dapat ditorehkan oleh tinta...
Atas Karunia Rabbku, aku mampu mempermanis manisnya senyum Indahku...
“Sungguh aku mempelajari satu bab dari ilmu lalu aku mengajarkannya kepada seorang muslim di jalan Allah (yaitu mempelajari dan mengajarkannya karena Allah semata) lebih aku cintai daripada aku mempunyai dunia seluruhnya.” - Al-Hasan Al-Bashriy
Rabu, Mei 26, 2010
Hanyalah Sebuah Elegi Semata...!!!

Ketika sebuah perjalanan hidup memberikan sebuah pilaihan
dan kita pun harus memilihnya
Adakah sebuah keyakinan bahwa kita akan tepat dalam memilh pilah sesuai dengan kita dan terbaik untuk kita
Tak jarang memang kadang kita selalu salah dalam memilaih
semua knpa?
Karna kita terlalu bnyak berfikir dan kadang tidak rasional
Terlalu bnyak menimbang tapi tanpa ada bukti yang riel untun dapat d jadikan pegangan
Tak ada sesuatu yang berarti untuk dapat menggantungkan diri dari sebuah harapan yang kita inginkan
Cinta dan Waktu
Alkisah disuatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, dating badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebeb ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki cinta.
Namun suatu ketika, dating badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebeb ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki cinta.
Hanya kepadaMu aku memohon
kegekisahanku telah menguasai jiwaku,,
rasa kesedihan yang begitu mandalam,,
knpa??
sungguh aku merasa diriku sendiri dalam keramaian..
sepi
rasa kesedihan yang begitu mandalam,,
knpa??
sungguh aku merasa diriku sendiri dalam keramaian..
sepi
Derita Abadi Karena Dengki

Oleh Abu Umar Abdillah @ Selasa, 29 September 2009
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang. Begitulah peribahasa Melayu menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa dengki. Harapan ingin mendapatkan milik orang tak didapatkan, namun sesuatu yang menjadi milik sendiri dikorbankan. Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki. Bahkan, gambaran peribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit dengki.
Selasa, Mei 18, 2010
Aku Hanya MAnusia Biasa

Hidup adalah sebuah perjalanan yang sebentar saja bila dibandingkan dengan kehidupan akherat yang kekal abadi
ibarat perjalanan, kehidupan ini hanyalah sebatas persinggahan yang hanya sekejap mata saja
Aku bukanlah orang yang pandai dalam merangkai kata kata yang indah untuk menjadi sebuah puisi atau syair
Aku juga bukanlah seorang pengarang yang mampu menuliskan kata kat indah nan memukau
Langganan:
Postingan (Atom)